RevPAR (revenue per available room) = Pendapatan kamar ÷ Kamar yang tersedia. Metrik ini mengukur berapa banyak pendapatan yang dihasilkan hotel per kamar dari total inventarisnya, baik kamar itu terisi maupun tidak. RevPAR menggabungkan tingkat okupansi dan tarif harian rata-rata (ADR) menjadi satu angka. Contoh: hotel dengan 30 kamar, 24 kamar terisi dengan ADR $100, menghasilkan RevPAR sebesar $80.
RevPAR (Pendapatan per kamar yang tersedia) adalah metrik kinerja hotel yang mengukur berapa banyak pendapatan yang dihasilkan properti per kamar dari total inventarisnya, baik kamar itu terisi maupun tidak. Metrik ini menggabungkan tingkat okupansi dan tarif harian rata-rata (ADR) Anda menjadi satu angka. Karena itu, RevPAR menjadi salah satu indikator terpenting untuk mengukur kinerja hotel kecil dan independen.
Sebagai bagian dari strategi manajemen pendapatan hotel kecil yang lebih luas, RevPAR membantu Anda memahami seberapa baik Anda memaksimalkan tarif kamar dan jumlah pemesanan yang Anda peroleh.
Panduan ini membahas apa itu RevPAR, cara menghitungnya, seperti apa RevPAR yang baik, dan cara meningkatkannya.
Apa itu RevPAR?
RevPAR (Pendapatan per kamar yang tersedia) mengukur berapa banyak pendapatan yang dihasilkan hotel kecil per kamar dari total inventarisnya, baik kamar itu terisi maupun tidak. Metrik ini menggabungkan tingkat okupansi dan ADR Anda menjadi satu indikator kinerja. Karena itu, RevPAR menjadi salah satu metrik terpenting untuk mengukur kinerja properti Anda.
Software all-in-one untuk membantu memaksimalkan RevPAR Anda
Gunakan laporan dan insight utama dari Little Hotelier untuk membuat keputusan penetapan harga yang lebih baik.
Pelajari lebih lanjutRevPAR adalah metrik pendapatan kamar yang paling banyak digunakan, tetapi penting juga untuk mengenal metrik-metrik serupa lainnya:
| Metrik | Yang diukur | Rumus | Paling cocok untuk |
| RevPAR | Pendapatan per kamar yang tersedia, terisi atau tidak | Pendapatan kamar ÷ Kamar yang tersedia | Tolok ukur utama bagi sebagian besar hotel kecil |
| ADR | Harga rata-rata yang dibayar hanya untuk kamar yang terisi | Pendapatan kamar ÷ Kamar yang terjual | Memahami pengeluaran tamu per pemesanan |
| TRevPAR | Total pendapatan per kamar yang tersedia, termasuk F&B, spa, dan layanan tambahan | Total pendapatan ÷ Kamar yang tersedia | Properti dengan pendapatan non-kamar yang signifikan |
| GOPPAR | Laba operasional kotor per kamar yang tersedia | Laba operasional kotor ÷ Kamar yang tersedia | Profitabilitas, bukan sekadar pendapatan |
| RevPAG | Pendapatan per tamu yang tersedia | Total pendapatan ÷ Jumlah tamu | Properti dengan okupansi per kamar yang bervariasi |
Bagi sebagian besar hotel kecil, RevPAR tetap menjadi metrik utama yang perlu dipantau. Namun, memahami posisinya di antara kelompok KPI ini akan membantu Anda memilih tolok ukur yang tepat seiring berkembangnya properti Anda.
Bagaimana cara menghitung RevPAR?
RevPAR dihitung dengan membagi total pendapatan kamar hotel dengan total jumlah kamar yang tersedia. Angka ini menunjukkan rata-rata pendapatan yang Anda hasilkan per kamar, termasuk memperhitungkan kamar yang tersedia namun tidak terisi.
Perhitungannya hanya butuh waktu singkat, dan bisa memberi Anda gambaran instan tentang seberapa baik kinerja hotel kecil Anda.
Berikut rumus untuk menghitung RevPAR:
RevPAR = Pendapatan kamar / Kamar yang tersedia
Anda menghitung RevPAR untuk periode waktu tertentu (harian, bulanan, atau tahunan), lalu membandingkannya dengan periode yang sama (misalnya, RevPAR hari Jumat atau RevPAR pada libur Natal).
Misalnya, hotel Anda memiliki 30 kamar, dengan 24 kamar (80%) terisi pada tarif harian rata-rata (ADR) $100.
24 kamar x $100 ADR = $2.400 total pendapatan kamar
$2.400 / 30 kamar yang tersedia = RevPAR sebesar $80
Apa perbedaan antara RevPAR dan ADR?
Tarif harian rata-rata (ADR) mengukur harga rata-rata yang dibayar untuk setiap kamar yang terisi. Ini berbeda dari RevPAR, yang mengukur pendapatan per kamar yang tersedia, sehingga memperhitungkan seluruh inventaris Anda, termasuk kamar yang kosong.
Dengan kata lain, ADR menunjukkan berapa banyak tamu Anda mengeluarkan uang untuk kamar mereka. Sementara itu, RevPAR menunjukkan seberapa efektif Anda mengisi hotel dan menghasilkan pendapatan dari inventaris kamar Anda.
Seperti apa indeks RevPAR yang baik?
Indeks RevPAR membandingkan angka Anda dengan hotel lain. Perbandingan ini membantu Anda memahami apakah kinerja Anda di bawah rata-rata, setara rata-rata, atau melampaui rata-rata dalam metrik ini. Indeks ini berpatokan pada angka 100, sehingga skor di atas angka tersebut menunjukkan Anda mengungguli kompetitor Anda.
Ambil contoh perhitungan RevPAR di atas. Bagaimana seorang pemilik hotel tahu apakah RevPAR sebesar $80 itu baik atau tidak? Sulit untuk menilai “kesuksesan” RevPAR hanya dari angka nominalnya. Anda butuh konteks lebih, karena kesuksesan sebenarnya bergantung pada pasar, permintaan, dan faktor lainnya.
Sebagai gambaran, hotel kecil independen dan B&B biasanya memiliki angka RevPAR yang jauh di bawah rata-rata nasional. Ini karena mereka beroperasi dengan lebih sedikit kamar, dan sering berada di pasar yang berbasis wisata santai atau musiman. Sebuah guesthouse dengan 10 kamar, ulasan bagus, dan strategi harga yang cerdas bisa mencapai RevPAR $60–$90 di pasar kelas menengah. Sebaliknya, properti sejenis yang hanya mengandalkan pemesanan OTA bisa berada 20–30% lebih rendah. Angka absolut ini kurang penting dibandingkan tren Anda dan bagaimana posisi Anda dibandingkan properti serupa di area Anda.
Anda perlu mendapatkan RevPAR rata-rata dari kelompok pembanding pilihan Anda, lalu mengindeksnya terhadap RevPAR Anda sendiri. Angka di atas 100 adalah tanda yang baik, sedangkan angka di bawahnya menunjukkan Anda tertinggal.
Untuk menghitung indeks RevPAR, bagi RevPAR Anda ($80) dengan RevPAR kelompok pembanding (misalnya $74), lalu kalikan dengan 100. Dalam contoh ini, hasilnya adalah 108 — indeks RevPAR yang baik.
Untuk penjelasan lebih mendalam tentang cara hotel besar melakukan benchmarking RevPAR, lihat panduan lengkap RevPAR untuk hotel dari kami.
Faktor apa saja yang memengaruhi RevPAR?
RevPAR terutama dipengaruhi oleh hubungan antara tingkat okupansi dan ADR yang Anda tetapkan untuk setiap kamar. Faktor-faktor seperti permintaan, jenis properti, harga kompetitor, dan lama menginap juga berperan, begitu pula reputasi online dan strategi distribusi Anda.
Data RevPAR tahun 2026
- Sejak awal tahun, RevPAR global mengalami pertumbuhan tipis sebesar 0,2%. Pertumbuhan ini sepenuhnya didorong oleh kenaikan 1,0% pada Tarif Harian Rata-Rata (ADR), yang mengimbangi penurunan okupansi global sebesar 0,8%.
- Di Amerika Utara secara khusus, RevPAR segmen mewah tumbuh dengan kuat, sekitar 7,1%. Sementara itu, pertumbuhan segmen mewah secara global berada di angka 5,3%.
- Berbeda dengan pasar mewah yang tumbuh pesat, RevPAR untuk hotel ekonomi relatif stagnan di AS. Bahkan, secara global RevPAR hotel ekonomi baru-baru ini mengalami penurunan sebesar 1,8%.
Tingkat okupansi
RevPAR secara alami berfluktuasi sepanjang tahun, mengikuti musim ramai dan sepi wisatawan. Pada musim ramai, hotel bisa meningkatkan okupansi dan tarif secara bersamaan. Pada musim sepi, sebagian besar properti akan menawarkan harga lebih rendah atau promo untuk menjaga okupansi dasar, agar pendapatan tidak sepenuhnya terhenti.
Tarif harian rata-rata
Cara tercepat untuk meningkatkan RevPAR adalah menaikkan ADR Anda, tanpa membuat okupansi menurun. Menetapkan harga kamar terlalu tinggi akan mendorong tamu ke kompetitor. Karena itu, Anda perlu pendekatan yang seimbang dalam menentukan ADR. Misalnya, strategi penetapan harga dinamis membantu Anda memastikan tarif Anda berada di titik maksimum yang masih bersedia dibayar tamu kapan pun.
Ingin mempelajari lebih dalam tentang penetapan harga dinamis dan strategi tarif kamar lainnya untuk hotel kecil? Lihat panduan strategi penetapan harga hotel dari kami.
Musim
Tren musiman menentukan tingkat permintaan di pasar spesifik Anda. Tren ini memungkinkan Anda menetapkan harga premium saat liburan atau festival lokal, sekaligus menerapkan tarif lebih rendah dan promo khusus saat bulan-bulan sepi. Apa dampak tren musiman terhadap perkiraan RevPAR? Dengan memprediksi perubahan ini jauh-jauh hari, Anda bisa menyesuaikan inventaris dan strategi penetapan harga untuk melindungi RevPAR, bahkan saat minat perjalanan secara umum sedang rendah.
Lokasi dan jenis properti
Properti di lokasi strategis bisa menetapkan tarif lebih tinggi dan menjaga okupansi lebih stabil dibandingkan properti di pasar yang jenuh atau terpencil. Namun, jika Anda menciptakan ceruk pasar yang unik, atau menjadikan hotel Anda sebagai destinasi tersendiri lewat sentuhan mewah atau butik, Anda tetap bisa menetapkan tarif lebih tinggi tanpa memandang lokasi.
Lama menginap
Mendorong menginap lebih lama melalui penetapan harga bertingkat atau promo ‘menginap lebih lama, hemat lebih banyak’ membantu menstabilkan okupansi dan mengurangi biaya operasional akibat tingginya perputaran tamu.
Poin-poin penting
- Pertumbuhan RevPAR terutama didorong oleh keseimbangan antara okupansi setinggi mungkin dengan tarif kamar maksimal yang masih berkelanjutan.
- Musim dan lokasi menentukan batas atasnya, tetapi penetapan harga dinamis dan promo lama menginap bertingkat memberi hotel kecil cara praktis untuk bergerak dalam pasar mereka.
- Segmen mewah tumbuh beberapa kali lebih cepat dibandingkan segmen ekonomi. Karena itu, hotel kecil yang memposisikan diri di sekitar pengalaman niche atau premium akan lebih diuntungkan dibandingkan properti komoditas.
Apa saja kesalahan umum RevPAR yang perlu dihindari?
Jika Anda sudah menghitung RevPAR atau indeks RevPAR dan hasilnya cukup rendah, itu bisa jadi tanda dari beberapa kesalahan umum. Perbaiki kesalahan tersebut, dan RevPAR Anda berpotensi naik dengan cepat dan signifikan.
1. Terlalu bergantung pada OTA
Jangan mengalokasikan terlalu banyak kamar ke agensi perjalanan online (OTA).
OTA menarik wisatawan dengan diskon mereka. Ini memang meningkatkan tingkat okupansi Anda dalam jangka pendek, tetapi Anda akan merugi dalam jangka panjang karena besarnya biaya yang Anda keluarkan untuk melayani kamar tersebut.
Penting bagi Anda mempelajari cara menyeimbangkan pemesanan langsung dan pemesanan pihak ketiga.
2. Menjual kamar terlalu murah
Bagaimana cara menarik lebih banyak tamu? Jawaban yang jelas adalah menurunkan harga Anda… tetapi itu jauh dari jawaban terbaik. Strategi paling efektif justru meningkatkan nilai yang dirasakan tamu atas kamar Anda, sehingga mereka bersedia membayar lebih untuk pengalaman tersebut.
Singkatnya: jangan menjual terlalu murah, tetapi tingkatkan nilai jual (upsell).
Pertimbangkan untuk menambahkan fasilitas bernilai tambah, seperti sebotol sampanye saat kedatangan atau voucher day spa. Fasilitas ini bisa menjadi bagian dari paket ‘romantis akhir pekan’ yang dirancang dengan cermat. Pikirkan juga cara membuat penawaran bertingkat, misalnya menaikkan tarif untuk Kamar Suite Mewah atau kamar dengan pemandangan indah.
Jika Anda bisa menemukan cara menetapkan tarif lebih tinggi, Anda bisa tetap meningkatkan RevPAR meski jumlah pemesanan lebih sedikit. Pemesanan yang lebih sedikit namun bernilai lebih tinggi memberi Anda keuntungan tambahan berupa lebih banyak waktu untuk meningkatkan pengalaman setiap tamu, guna membuktikan bahwa harga yang lebih tinggi memang sepadan. Untuk teknik upsell yang dirancang khusus bagi hotel kecil dan bisa membantu Anda menaikkan harga per kamar, lihat panduan upsell dari kami.
3. Pengeluaran yang terlalu besar
Sudah berapa lama sejak Anda benar-benar menganalisis pengeluaran Anda? Anda perlu meluangkan waktu untuk mengidentifikasi dan mengurangi pemborosan, yang bisa muncul dalam berbagai bentuk. Ganti perlengkapan kamar mandi sekali pakai dengan dispenser isi ulang. Negosiasikan ulang kontrak dengan pemasok utama untuk mendapatkan harga lebih baik. Konsolidasikan seluruh asuransi Anda dengan satu broker untuk mendapatkan diskon dalam jumlah besar.
Listrik mungkin menjadi peluang penghematan biaya yang paling signifikan. Beralihlah ke pencahayaan LED, pasang sensor yang hanya menyalakan lampu dan sistem HVAC saat ada tamu, dan pertimbangkan beralih ke sistem tenaga surya dan baterai di lokasi. Langkah ini mengurangi jejak karbon sekaligus menghemat biaya, tanpa mengorbankan pengalaman tamu.
Area lain yang perlu diperhatikan adalah menu sarapan. Apakah Anda sering mengalami kelebihan stok, dengan banyak makanan terbuang? Nilai kembali berapa banyak yang benar-benar Anda butuhkan, agar roti tidak berakhir di tempat sampah, beserta uang yang sudah Anda keluarkan untuk itu.
4. Menjadikan RevPAR sebagai satu-satunya metrik kinerja
RevPAR hanya menunjukkan berapa banyak pendapatan yang Anda hasilkan untuk setiap kamar yang tersedia. Keterbatasan RevPAR sebagai satu-satunya metrik kesuksesan akan terlihat jelas begitu Anda memperhitungkan biaya akuisisi tamu dan operasional hotel, yang memang bukan area yang dirancang untuk diukur oleh metrik ini.
RevPAR yang tinggi memang terlihat bagus di atas kertas. Namun, jika biaya operasional atau pemasaran Anda naik lebih cepat dibandingkan RevPAR, keuntungan Anda sebenarnya justru menurun. Karena itu, penting juga untuk memantau metrik seperti Biaya per Kamar yang Dihuni (CPOR) agar Anda memahami profitabilitas yang sebenarnya.
Poin-poin penting
- OTA membantu meningkatkan okupansi, tetapi ketergantungan berlebihan bisa mengikis RevPAR dalam jangka panjang akibat biaya komisi 15-25%.
- Menjual kamar terlalu murah mengurangi margin keuntungan. Dengan menambahkan nilai, Anda bisa membenarkan tarif lebih tinggi dan meningkatkan total pendapatan.
- Meminimalkan pemborosan operasional dalam hal energi dan makanan memastikan biaya tersembunyi tidak menggerus kenaikan RevPAR Anda.
- RevPAR saja tidak mencerminkan biaya akuisisi atau biaya operasional. Padukan dengan CPOR agar Anda tetap memahami profitabilitas yang sebenarnya.
Apa saja praktik terbaik untuk mengoptimalkan RevPAR?
Meski tidak ada satu solusi ajaib untuk mengoptimalkan RevPAR hotel Anda, kombinasi strategi pendapatan, penetapan harga, dan distribusi bisa memberikan dampak yang signifikan.
Statistik seputar optimasi RevPAR
- Strategi penetapan harga dinamis yang kuat bisa meningkatkan total pendapatan hotel sebesar 10-25% dibandingkan model penetapan harga statis.
- Optimalkan tarif berdasarkan hari dalam seminggu untuk menangkap lebih banyak pendapatan: hari Jumat adalah malam termahal dalam seminggu di 90% pasar global. Kesenjangan harga antar-hari terlebar terlihat di Irlandia (US$87), AS ($63), dan Australia ($51).
- 58% tamu di seluruh dunia kini lebih memilih kamar tipe superior atau mewah dibandingkan kamar standar. Tren ini mendorong hotel kecil untuk menawarkan lebih banyak pilihan kamar premium, yang bisa meningkatkan RevPAR.
Berikut lima cara untuk meningkatkan RevPAR hotel Anda:
1. Terapkan batasan lama menginap (LOS)
Ini masih menjadi cara terbaik untuk meningkatkan pendapatan per kamar!
- Lama menginap minimum (MinLOS) bisa diterapkan saat Anda memperkirakan periode permintaan tinggi diikuti periode permintaan rendah. Anda menerima tamu dengan durasi menginap lebih lama, dan menolak tamu dengan durasi menginap lebih pendek untuk tanggal kedatangan tertentu. Strategi ini membantu meningkatkan okupansi selama periode sepi yang mengikutinya, sehingga masa menginap dari periode ramai bisa ‘meluber’ ke periode yang kurang ramai.
- Lama menginap maksimal (MaxLOS) bisa diterapkan saat Anda memperkirakan bisa menjual habis kamar dengan tarif lebih tinggi. Anda tidak menerima reservasi dengan tarif diskon tertentu untuk menginap beberapa malam yang melewati periode habis terjual tersebut. Tamu yang ingin menginap melebihi periode lama menginap maksimal bisa dikenakan tarif penuh untuk malam-malam berikutnya.
Ingat, Anda perlu berhati-hati dengan semua strategi di atas. Jika permintaan tidak cukup tinggi, atau jika taktik ini dijalankan dengan kurang tepat, dampaknya bisa negatif terhadap pendapatan Anda.
2. Tinjau atribut tipe kamar
Lihat apakah Anda bisa meningkatkan pendapatan dengan menambahkan tingkatan tipe kamar baru berdasarkan atribut, seperti pemandangan yang indah, balkon, atau bathtub besar. Hal sesederhana memberi tahu tamu apa yang akan mereka lihat dari kamar mereka, misalnya taman dalam, kebun anggur, atau atap-atap desa, bisa mendorong mereka memilih opsi kamar dengan tingkatan lebih tinggi.
3. Tingkatkan penawaran Anda
Naikkan tarif kamar dengan memberi tamu akses ke fasilitas eksklusif yang meningkatkan nilai kamar di mata mereka. Layanan antar-jemput bandara gratis, penyewaan kereta bayi gratis, sarapan gratis, minuman selamat datang gratis di bar. Jika Anda mengemas penawaran ini sebagai bagian dari paket VIP eksklusif, Anda bisa menaikkan tarif kamar jauh lebih tinggi dibandingkan biaya penyediaan layanan tersebut.
4. Tingkatkan kehadiran online
Konsumen modern semakin cerdas dalam hal pemasaran. Mereka tidak begitu percaya saat bisnis membicarakan diri sendiri, tetapi mereka percaya pada sesama konsumen. Karena itu, rating dan ulasan menjadi sangat penting, khususnya bagi hotel. Tingkatkan kehadiran online Anda dengan meminta tamu yang puas untuk memberikan ulasan, dan membalas sebagian besar ulasan tersebut, terutama yang menyoroti masalah tertentu.
5. Fokus pada pemesanan langsung
Beberapa jenis pemesanan menghasilkan pendapatan lebih besar dibandingkan yang lain. Dengan OTA yang mengenakan biaya komisi 15%-25% untuk setiap reservasi yang mereka fasilitasi, ADR $100 bisa turun menjadi hanya $75. Ini membuat perbedaan besar pada RevPAR Anda. Solusinya: fokus untuk menghasilkan lebih banyak pemesanan langsung.
Poin-poin penting
- Batasan lama menginap (MinLOS/MaxLOS) tetap menjadi salah satu cara paling efektif untuk melindungi RevPAR saat permintaan berfluktuasi.
- Penambahan kecil, seperti label pemandangan kamar, minuman selamat datang, atau layanan antar-jemput, bisa membenarkan tarif yang jauh lebih tinggi tanpa biaya tambahan yang signifikan.
- Mengalihkan pemesanan dari channel OTA ke pemesanan langsung bisa memulihkan 15-25% pendapatan yang hilang akibat biaya komisi.
Pertanyaan yang sering diajukan seputar RevPAR
Seberapa sering saya harus menghitung RevPAR?
Anda sebaiknya memantau RevPAR setiap hari untuk melihat perubahan permintaan secara langsung. Namun, analisis mingguan dan bulanan juga penting untuk membantu Anda merencanakan strategi penetapan harga dan okupansi. Angka harian membantu Anda menyesuaikan taktik secara real time, sementara rata-rata bulanan mengungkap tren kinerja musiman sesungguhnya yang bisa Anda manfaatkan dalam jangka panjang. Memantau RevPAR mungkin terdengar rumit, tetapi dengan sistem manajemen properti seperti Little Hotelier, prosesnya jadi mudah. Alat ini memperbarui metrik secara instan, lalu menyajikannya dalam bentuk visual yang mudah dipahami.
Bagaimana cara membandingkan RevPAR tanpa data industri?
Jika Anda tidak memiliki data industri atau kompetitor tentang RevPAR, bandingkan kinerja Anda saat ini dengan kinerja historis Anda sendiri. Bandingkan bulan ini dengan bulan yang sama tahun lalu, lalu periksa arah pergerakan angka Anda. Sebagai alternatif, Anda bisa memperkirakan kinerja kompetitor: pantau tarif kamar publik dan ketersediaan kamar beberapa kompetitor lokal, beberapa kali dalam seminggu, untuk memahami pergerakan harga mereka.
Apa perbedaan antara RevPAR dan yield?
RevPAR adalah metriknya, sedangkan yield adalah cara Anda meningkatkannya. RevPAR mengukur pendapatan yang dihasilkan per kamar yang tersedia, terlepas dari apakah kamar itu terisi atau tidak. Karena itu, RevPAR memberi Anda gambaran tentang harga sekaligus okupansi. Yield (sering disebut manajemen yield atau manajemen pendapatan) adalah praktik menyeluruh untuk menjual kamar yang tepat kepada tamu yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan harga setinggi mungkin. Dengan kata lain, yield adalah strategi untuk memaksimalkan RevPAR.
Bagaimana cara pemilik hotel kecil meningkatkan RevPAR dengan anggaran terbatas?
Fokuslah pada taktik berbiaya rendah yang mendorong pemesanan langsung dibandingkan pemesanan OTA. Anda bisa menambahkan fasilitas murah dengan nilai yang dirasakan tinggi, seperti check-out lebih siang, minuman selamat datang, atau kamar dengan pemandangan, untuk mendorong pemesanan langsung lewat situs web Anda sendiri. Tentu saja, ini tetap harus sesuai aturan paritas tarif OTA. Setelah itu, Anda perlu mengupayakan pengeluaran tambahan dari tamu Anda, dengan mempromosikan layanan bernilai tambah dan menawarkan upgrade kamar berbayar sebelum check-in.
Bisakah hotel meningkatkan RevPAR sambil menurunkan okupansi?
Bisa. Jika Anda menaikkan tarif kamar secara signifikan, okupansi Anda mungkin menurun. Namun, harga yang lebih tinggi yang dibayar tamu yang memesan bisa menghasilkan total pendapatan per kamar yang tersedia lebih tinggi. Misalnya, jika Anda menjual lima dari sepuluh kamar dengan harga $200, RevPAR sebesar $100 akan lebih tinggi dibandingkan jika Anda menjual delapan dari sepuluh kamar dengan harga $110 (RevPAR $88).
Apakah RevPAR mencakup pajak dan biaya resor?
Tidak. Praktik standar industri adalah menghapus pajak, biaya layanan, dan biaya resor tambahan lainnya dari perhitungan RevPAR. Biaya dan pungutan tambahan ini mendistorsi angka Anda, sehingga menyulitkan Anda untuk membandingkan kinerja pendapatan inti secara akurat dengan kompetitor maupun catatan historis Anda sendiri.
By Mark Dawson
Table of contents