Membuka pintu sejak Mei 2023, Ultima Guest House menjadi salah satu akomodasi yang paling direkomendasikan bagi para pelancong yang ingin rehat sejenak di Bandung.

Bagi para wisatawan yang ingin bepergian dengan nyaman dan tetap on-budget, Ultima Guest House menjadi tempat bermalam sempurna yang menyediakan fasilitas dengan layanan berkualitas.

Bertempat di Kiaracondong, Ultima Guest House merupakan hotel yang dilengkapi 15 kamar. Akomodasi ini menyediakan kamar dengan AC, Wi-Fi, serta beberapa fasilitas pendukung lainnya seperti TV layar datar dan parkir pribadi gratis.

Kerja manual mengacaukan booking-an

Pada beberapa bulan sejak awal berdiri, Ultima Guest House sempat menggunakan aplikasi untuk membantu operasional sehari-hari. Namun, aplikasi tersebut sebagian besar masih mengandalkan kinerja manual.

“Kita masukkan secara manual, jadi kalau ada bookingan dari OTA (online travel agent), kita input secara manual. Chaos pada waktu itu,” keluh Dylan Ahmad Fauzi, Property Manager dari Ultima Guest House.

Kekacauan mengatur arus booking terjadi bertepatan dengan momen Lebaran 2023, di mana antusiasme masyarakat pergi liburan ke Bandung sedang memuncak.

“Kita struggle dengan reservasi pada saat itu, sampai ada beberapa kali ada double booking yang membuat kecewa para tamu,” ungkap Dylan. “Ini sebenarnya bisa dihindari.”
Tak berhenti di situ, Ultima Guest Hotel juga tersandung isu allotment di OTA. Dengan kamar terbatas, akomodasi tersebut hanya membuka masing-masing dua kamar yang dialokasikan pada lima OTA berbeda.

Nggak maksimal sebenarnya, pada saat itu banyak yang booking hanya dari satu OTA saja, sementara di OTA lain kamarnya nggak kepakai,” sambungnya.

Di sisi lain, staf dari Ultima Guest Hotel kesusahan menavigasi aplikasi yang mereka andalkan pada saat itu.
“Waktu itu staf kita masih belum familiar dengan aplikasi dan program yang ada di OTA, seperti bagaimana cara buka-tutup allotment juga,” kata dia. “Jadi waktu itu saya stand alone, saya kerjakan semuanya sendiri.”

Flow mudah, booking bertambah

Semenjak beralih menggunakan fitur channel manager dan property management system (PMS) milik Little Hotelier, Ultima Guest House berhasil mengatasi masalah yang menghantui mereka.

Berkat PMS, Dylan dan stafnya dimudahkan dalam mengelola tugas harian, mengurangi double booking, hingga mendorong efisiensi pekerjaan.

“Sejak menggunakan Little Hotelier saya bisa bilang ada 50% peningkatan jumlah booking dibandingkan sebelumnya,” tegas Dylan. “Meningkat tajam sejak pakai Little Hotelier.”

Isu allotment di OTA pun menemui titik terang sejak mengandalkan Little Hotelier.

“Dari segi allotment jadi mudah. Kita buka-tutup lewat Little Hotelier, jadi nggak susah buat review OTA mana yang ramai untuk buka lebih banyak kamar,” ungkapnya.

Terlebih lagi, flow reservasi Ultima Guest House tak lagi terhambat akibat performa manual yang tak lepas dari human error.

“Reservasi kita sekarang sudah nggak manual kayak [saat menggunakan] aplikasi sebelumnya. Dengan Little Hotelier, jika ada reservasi masuk dari OTA, otomatis akan tercatat di PMS dan front office tinggal eksekusi saja,” terang Dylan. “Lebih efisien, jadi lebih enak flow-nya.”

Dylan menjelaskan, dirinya sudah tak perlu mengerjakan semua sendiri karena kini Little Hotelier mendorong efisiensi pembukaan-tutup allotment melalui satu pintu dan otomatisasi pencatatan reservasi melalui PMS.

Little Hotelier senang bisa menjadi bagian dari kesuksesan Ultima Guest House!

By Dean Elphick

Dean adalah Senior Content Marketing Specialist dari Little Hotelier, solusi perangkat lunak all-in-one yang dibangun untuk membuat kehidupan penyedia akomodasi kecil lebih mudah. Bagi Dean, menulis dan menciptakan konten merupakan kegemaran bagi kehidupan profesionalnya, yang mencakup lebih dari enam tahun di Little Hotelier. Melalui konten, Dean bertujuan untuk memberikan pendidikan, inspirasi, bantuan, dan, pada akhirnya, nilai bagi bisnis akomodasi kecil yang ingin meningkatkan cara menjalankan operasi dan menjalani hidup mereka.